Di sebuah kantor polisi yang berlokasi di Jakarta Pusat ada seorang detektif yang sangat jago sekali semua kasus yang dia pernah temui semuanya selesai dengan baik. Dia adalah detektif yang sangat terkenal di diskrit-nya semua kepolisian disana mengenalnya sebagai detektif yang profesional, rendah hati, dan dapat dipercaya. Semua pihak kepolisian di diskrit Jakarta Pusat semua mengandalkannya untuk menyelesaikan kasus mulai dari pembunuhan hingga terorisme.
Pada suatu hari kamis 28 Agustus 2004 detektif mempunyai sebuah kasus yaitu seorang mahasiswi teracuni sianida dikamar mandi. Kejadian tersebut terjadi di Universitas Urban Metro Jaya (UMJ). Jasad dibawa di lab untuk di otopsi oleh dokter yang selalu dia percaya karena profesional-nya. Sambil menunggu hasil dari otopsi tersebut detektif memutuskan untuk memberikan barang-barang yang dia temukan di TKP kepada kantor polisi untuk di analisa lebih lanjut. Hasilnya akan dijadikan sebuah sample untuk menemukan ciri-ciri pelaku pembunuhan. Selain itu, detektif juga melakukan sesi tanya jawab atau interograsi terhadap orang terdekat korban (orang tua, teman, pacar). Jika pertanyaan yang ditanyakan tepat maka akan mendapatkan informasi yang benar namun, jika salah maka akan tidak berguna informasi yang didapat.
Setelah mendapatkan semua bukti ternyata yang menjadi tersangka adalah pacarnya sendiri karena ceweknya atau korban selingkuh. Setelah mendapatkan informasi tersebut detektif langsung pergi ke rumah tersangka atau rumah si pacar dari korban. Sesampainya disana detektif langsung mendobrak pintu rumah tersangka dan memborgol tersangka itu. Detektif langsung membawanya ke kantor polisi dengan muka geram. Detektif menyelidiki tersangka dan menginterogasinya, namun tiba-tiba setelah diteliti lebih lanjut ternyata hasil fingerprint dari botol sianida itu adalah wanita bukan pria.
Dari situ detektif menjadi pusing dan memulai untuk melakukan pencarian lagi dari awal. Detektif mengumpulkan semua benang merah yang terpampang di papan-nya. Terdapat banyak sekali informasi tentang informasi korban, sidik jari, hasil lab, dan lain-lain. Detektif menyerah dan memutuskan untuk memberikan sidik jari tersebut ke kantor polisi untuk di scan atau di cocokkan kepada setiap orang di kota Jakarta Pusat khususnya orang terdekat korban. Sampai akhirnya tugas detektif hampir menuju akhir, dari hasil scanning ditemukan bahwa sidik jari yang ada di botol berisi sianida tersebut ternyata mirip sekali dengan sidik jari teman dekat korban. Di situ detektif kaget sekali dan sangat kesal dengan apa yang barusan terjadi. Detektif tidak banyak pikir dia langsung menyergap tersangka dan membawanya ke kantor polisi untuk di interograsi. Di situ dia menjawab bahwa dia sangat menyukai pacar dari si korban dengan itu dia mempunyai ide untuk mengenalkan teman lama korban agar korban dan teman lama-nya saling jatuh cinta sehingga teman dekat korban bisa menjadi pacar dari pacar korban. Saat dia melihat korban dan teman lamanya bermesraan teman dekat korban memanfaatkan momen itu untuk menelpon pacar korban agar pacar korban putus dari korban. Singkat cerita rencana teman dekat korban akhirnya berhasil dan dia tidak berhenti disitu saja dia berencana untuk membunuh si korban dengan mencampurkan asam sianida di dalam botol air minum korban.
Atas peristiwa itu detektif memutuskan untuk membawa mereka berdua di depan ketua hakim dan membuat kedua orang tersebut di penjara dengan lama penjara untuk pacar atau si cowok 5 tahun, sedangkan si cewek 8 tahun.